Sabtu, 07 Desember 2013

Orasi Ilmiah “Mewujudkan Indonesia Yang Mandiri, Maju, Adil, dan Makmur dalam Perspektif Demokrasi dan Kepemimpinan” oleh Ir. Irman Gusman, Ketua DPD RI


Share
ORASI ILMIAH
IR. IRMAN GUSMAN – KETUA DPD RI
WISUDA SARJANA DAN PASCA SARJANA UNIVERSITAS ESA UNGGUL
TA. 2012/2013
“Mewujudkan Indonesia Yang Mandiri, Maju, Adil, dan Makmur dalam Perspektif Demokrasi dan Kepemimpinan”
Jakarta, 10 Oktober 2013
Assalamualaikum Wr.Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua
Yang terhormat
  • Rektor Universitas Esa Unggul
  • Para Wakil Rektor
  • Para  Guru Besar
  • Para Dekan dan Waki Dekan
  • Para Dosen dan Mahasiswa
  • Para Wisudawan dan Wisudawati
  • Para Tamu Undangan
  • Rekan-rekan Media Massa,
  • Serta hadirin yag berbahagia
Pertama-tama saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati program sarjana dan pascasarjana Universitas Esa Unggul yang hari ini telah menyelesaikan program pendidikan strata satu (S1) dan strata dua (S2). Ini tentu saja suatu langkah awal untuk memasuki gerbang pengabdian yang baru dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, yakni salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat luas.
Sebagai generasi penerus bangsa sekaligus calon-calon pemimpin masa depan, kami semua berharap kiranya ilmu pengetahuan yang didapat selama menempuh pendidikan di universitas ini dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi dalam mendarmabhaktikan diri pada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Wisuda program sarjana dan pascasarjana Tahun Akademik 2012/2013 ini juga terasa istimewa dan membahagiakan karena bertepatan dengan peringatan dua dasawarsa Universitas Esa Unggul yang jatuh pada tanggal 6 Oktober yang lalu.
Karena itu, rasanya tidak lengkap kebahagiaan hari ini tanpa memberikan selamat kepada seluruh keluarga besar civitas akademika Universitas Esa Unggul yang telah memasuki usia 20 tahun pengabdian pendidikan kepada bangsa. Semoga dengan dua dasawarsa akan membawa Universitas Esa Unggul menjadi salah satu universitas terbaik, tidak hanya dalam konteks domestic, tetapi juga pada tingkat regional dan global.
Saat ini, di tingkat global,pendidikan memainkan peran yang sangat signifikan dalam membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Di mana ukuran sumber kemakmuran suatu bangsa sudah tidak ditentukan oleh comparative advantage, yakni; kecerdasan (BRAIN POWER), visi dan mimpi-mimpi besar (DREAM), semangat pantang menyerah (SPIRIT), dan rsa percaya pada kekuatan sendiri/kekuatan dalam negeri (CONFIDENCE).
Karena itu, sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas merupakan modal dasar untuk mencapai kemakmuran di masa depan. Banyak kasus di beberapa negara yang kaya sumber daya lam, terutama kawasan Afrika, justru tidak berbanding lurus dengan dengan tingkat kemajuan dan kesejahteraan.
Negara-negara yang kaya justru mengalami paradox sumber daya alam (the paradox of plenty) dimana mereka terjebak pada konflik dan kekerasan, seperti yang terjadi di Pantai Gading (Negara penghasil kakao terbesar nomor satu di dunia), Ghana, Nigeria, dan sebagainya.
Fenomena paradox sumber daya alam biasanya disebabkan beberapa faktor, yakni slah manajemen (salah kelola, praktek korupsi, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia di Negara tersebut. Karena itu, salah satu kunci penting untuk memenangkan kompetisi masa depan adalah semua anak bangsa harus memiliki kemampuan sumber daya manusia yang unggul, karakter (jatidiri), sekaligus juga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Karena itu tugas anda semua di masa depan adalah bagaimana menyiapkan diri sebaik-baiknya dengan bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah didapat di universitas ini untuk dikembangkan secara lebih maksimal agar memiliki nilai tambah tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi yang lebih penting adalah untuk mendorong kemajuan bangsa.
Kekayaan sumber daya alam yang dimilki bangsa ini jika tidak dikelola dengan baik, efisien dan efektif, maka suatu hari terbuka kemungkinan akan terkikis habis. Tetapi jika semua sumber daya alam dikelola dengan ilmu pengetahuan dan teknologi maka akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Begitu juga jika potensi sumber sumber daya manusia Indonesia kita tumbuhkan dan kembangkan, maka bangsa ini akan memiliki daya saing yang mampu berkompetisi di dunia internasional.
Bapak Rektor, Civitas Akademika, Para Wisudawan/Wisudawati, serta hadirin yang berbahagia.
Pada kesempatan orasi ilmiah ini, tema yang ingin saya ulas adalah “Mewujudkan Indonesia Yang Mandiri, Maju, Adil, dan Makmur dalam perspektif Demokrasi dan Kepemimpinan”. Tema ini penting untuk diangkat karena tahun ini bangsa Indonesia telah memasuki tahun politik dan tahun depan (2014) kita akan memasuki tahun pemilu untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota serta memilih Presiden dan Wail Presiden.
Sebagai Negara yang telah memilih jalan demokrasi, Pemilu 2014 merupakan momentum yang sangat penting untuk meneguhkan cita-cita reformasi. Pemilu bukan sekedar pesta demokrasi ataupun pesta rakyat, tetapi lebih penting dari itu pemilu adalah pintu gerbang menuju perubahan. Melalui pemilu, rkyat akan menentukan pilihannya dalam memilih wakil mereka di parlemen sekaligus pemimpin eksekutif yang akan berperan besar dalam menentukan arah dan nasib bangsa ini ke depan.
Memang jika dilihat secara kasat mata, proses demokratisasi yang berlansung dalam kurun waktu 15 tahun lebih ini seperti belum memberikan hasil yang maksimal sebagaimana awal cita-cita reformasi. Praktek korupsi masih terjadi dimana-mana terutama yang dilakukan oleh para wakil rakyat, penyelenggara Negara di daerah (gubernur, bupati, walikota) hingga ketua lembaga Negara di pusaran kekuasaan pusat.
Namun, itu itu bukan menjadi alas an agar kita berjalan di tempat tetapi merupakan suatu tantangan untuk menata ulang system demokrasi. Demokrasi merupakan antitesa terhadap sistem  pemerintah otoriter dan sentralistik, karena dampak dari system tersebut adalah kesenjangan ekonomi dan kesenjangan antar wilayah. Akibatnya hak-hak asasi rakyat terpasung, baik hak kebebasan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pendapat, hak dipilih dan memilih, hak perlakuan yang sama di depan hokum, dan juga hak-hak dasar warga Negara akan penghidupan dan pekerjaan yang layak sebagaimana dijamin oleh konstitusi.
Demokrasi menjadi pilihan sistem ketatanegaraan kita karena pada prinsipnya mengandung nilai-nilai universal yang positif. Pertama, menjamin hak asasi manusia; Kedua, menjamin persamaan kedudukan di depan  hokum; Ketiga, menjamin kebebasan menyatakan pendapat dan berserikat; Keempat, mengharuskan kebebasan pers; dan Kelima, memberikan keterbukaan akses ekonomi bagi semua kelompok masyarakat demi kesejahteraan bersama.
Pertanyaannya kemudian, setelah lebih dari 15 tahun proses demokratisasi di Indonesia, seperti apakah kualitas demokrasi kita? Jawaban yang bisa kita hadirkan bahwa setelah 15 tahun perjalanan demokrasi, sesungguhnya demokrasi yang kita jalankan sekarang masih berkutat pada demokrasi yang procedural, bukan demokrasi yang substantive.
Menurut Global Democracy Index 2013 yang baru saja dirils oleh Majalah Economist, dari 167 negara yang disurvey, rangking kualitas demokrasi Indonesia berada di peringkat ke 53 dengan kategori Flawed Democracy. Memang rangking ini naik dari 67 pada tahun 2012. Namun secara kualitas, demokrasi Indonesia masih dinilai “cacat” karena prakteknya belum full democracy. Indeks tersebut dibawah Australia (6), Inggris (16), Korea Selatan (20), Jepang (23), Israel (37), dan India (38). Bahkan rangking demokrasi kita masih di bawah Timor Leste yang berada di urutan ke-43.
Kenapa kualitas demokrasi kita masih dinilai rendah? Ternyata permasalahan tersebut ada pada lemahnya kualitas lima alat ukur utama, yakni Pemilihan umum (baik pemilihan umum president, legislative, maupun pemilihan kepala daerah) dan Pluralisme, Kebebasan Sipil, Fungsi Pemerintahan (birokrasi), Partisipasi Politik, dan Budaya Politik.
Rendahnya kualitas lima variabel ini menyebabkan kualitas penyelenggaraan demokrasi masih jauh dari harapan reformasi 1998.
Civitas Akademika dan Hadirin yang berbahagia,
Ada pertanyaan yang juga sering dikemukakan adalah apakah demokrasi tercermin juga dalam kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, kemajuan, keadilan, maupun kemakmuran? Sebagai Negara demokrasi, tentu saja harapan besar seluruh rakyat adalah demokrasi membawa perubahan bagi peningkatan kemandirian, kemajuan, keadilan, dan kemakmuran. Harapan tersebut wajar karena demokrasi adalah media untuk melakukan perubahan-perubahan signifikan yang lebih baik.
Namun sayangnya, substansi demokrasi belum sepenuhnya tercermin dalam kemandirian, kemajuan, keadilan, dan kemakmuran. Kenapa saya katakana demikian? Karena sesungguhnya kita belum menjadi bangsa yang mandiri yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan kepribadian secara kebudayaan.
Dengan segala potensi dan kekayaan alamnya, seyogianya bangsa kita harus danggup mencukupi semua kebutuhan dalam negeri, tidak bergantung pada bantuan asing, mandiri dalam bidang pangan, energi, dan pengelolaan sumber daya alam, serta memiliki ketahanan nasional dan daya saing untuk berkompetisi di era globalisasi.
Kenyataan yang kita hadapi sekarang justru masih sama seperti ucapan Bung Karno yang menulis di Harian Suluh Indonesia pada tahun 1930 tentang cirri-ciri ekonomi negeri jajahan. Pertama, negeri tersebut dijadikan sebagai sumber bahan baku murah oleh negara-negara industry dan kapitalis yang menjajahnya; kedua, dijadikan sebagai pasar untuk menjual produk-produk hasil industry Negara penjajah; dan, ketiga,  negeri jajahan dijadikan tempat memutarkan kelebihan kapital mereka demi mendapatkan rente.
Realitas yang diungkapkan Bung Karno lebih 80 tahun yang lalu itu, ironisnya setelah 68 tahun Negara kita merdeka, ternyata belum banyak berubah. Kita semua tentu tahu, sampai kini kekayaan alam kita masih dijual murah kepada bangsa asing, bahan baku dan bahan mentah yang dihasilkan bumi Indonesia juga masih terus mengalir ke luar negeri untuk memasok kebutuhan industri Negara lain yang lebih maju.
Sebaliknya, bangsa kita hingga kini masih dikenal sebagai konsumenterbesar produk-produk industry, elektronik, dan barang teknologi dari Negara-negara industri di luar sana. Negara kita adalah konsumen handphone terbesar ketiga, dan salah satu pasar mobil dan sepeda motor terbesar di dunia. Dan barang-barang itu dihasilkan oleh industry di luar negeri.
Lalu, lebih 50 persen perbankan di Negara kita dewasa ini dikuasai oleh pemodal asing, karena Indonesia masih dianggap sebagai tujuan investasi uang terbaik didunia karena tingkat suku bunga bank yang jauh lebih tinggi dibandingkan Negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Eropa, Singapura, bahkan diatas Malaysia dan Thailand. Tegasnya, dengan memutarkan kelebihan capital mereka di Negara kita, pemilik modal dari luar negeri mendapatkan keuntungan yang sangat besar.
Artinya, kita sejatinya belum menjadi Negara yang seutuhnya mandiri dalam mengelola semua sumber daya alam dan sumber daya ekonomi yang kita miliki. Demokratisasi yang kita lakukan masih sebatas demokrasi dibidang politik, belum demokratisasi di bidang ekonomi.
Dalam decade belakangan, berkat stabilitas politik dan keamanan yang relative baik, ekonomi Negara telah tumbuh cukup tinggi rata-rata diatas 6 persen setahun, tertinggi di dunia setelah China dan India. Berkat pertubuhan yang tinggi itu pula, Negara kita sudah masuk G-20, bahkan nomor 16 terbesar didunia dengan GNP sekitar USD 1 Triliun atau terbesar di Asia Tenggara.
Namun pertumbuhan yang berhasil dicapai Negara kita ternyata belumlah dapat dikatakan berkualitas, karena masih menyisakan ketimpangan social dan ekonomi yang justru makin tinggi. Ini ditunjukkan oleh makin naiknya Gini Ratio Indonesia dari 0,31 sepuluh tahun yang lalu menjadi 0,42 tahun ini. Indicator ini menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan di Indonesia sudah berada pada tahap lampu kuning.
Civitas Akademika Universitas Esa Unggul yang saya hormati.
Di bidang sumber daya manusia, Negara kita juga belum mencapai taraf yang optimal dalam peringkat daya saing. Human Development Index 2013 yang dikeluarkan UNDP untuk mengukur tingkat kualitas kehidupan suatu Negara dari sisi pendidikan, kesehatan maupun angka harapan hidup, dari 167  negara, Indonesia berada pada rangking 121. Memang rangking ini mengalami peningkatan dari tahun 2012 yang berada di rangking 124.
Namun  jika dibandingkan dengan kelompok G-20, Indonesia berada di peringkat nomor dua paling bawah. Australia berada di peringkat 2, Amerika (3), Jerman (5), Jepang (10), Kanada (11), Inggris (26), dan Perancis (20), Rusia (55), Brasil (85), dan china (101). Kita hanya sedikit lebih baik dari India yang berada di peringkat 136.
Sementara di kelompok Negara-negara ASEAN, peringkat daya saing sumber daya manusia Indonesia berada di bawah SIngapura (18), Brunei Darussalam (30), Malaysia (64), Thailand (103), dan Filipina (114).
Ini artinya peningkatan daya saing bidang sumber daya manusia belum mencapai tahap yang maksimal. Karena itu, perlu di lakukan pembenahan yang intensif pada bidang pendidikan dan kesehatan agar kualitas sumber daya manusia Indonesia bisa lebih berkualitas dan berdaya saing.
Dalam upaya ini, tak ada jalan lain, kita harus melakukan pembenahan di bidang pendidikan –baik di bidang kebijakan dan kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan- dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Para hadirin yang dimuliakan,
Nilai demokrasi yang sama pentingnya untuk diukur ke depan adalah bagaimana keadilan dapat dirasakan oleh semua kelompok masyarakat dan demokrasi membawa kemakmuran bagi rakyat. Keadilan adalah kondisi dimana semua warga Negara harus memiliki kesamaan di depan hukum dan pemerintahan, terjamin hak-hak asasi, pemerataan hasil pembangunan ke seluruh daerah dan strata social, serta terciptanya birokrasi pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Namun secara kenyataan, keadilan belum seutuhnya terealisasi dalam kehidupan masyarakat. Padahal keadilan harusnya tercermin dalam penegakan supremasi hokum tanpa pandang bulu, pemberantasan korupsi secara tegas, serta berkurangnya angka kesenjangan di Indonesia, baik kesenjangan ekonomi, social, maupun kesenjangan antar wilayah.
Indonesia adalah Negara dengan tingkat pertumbuhan kelas menengah dan kelas atas yang termasuk tertinggi di Asia Bahkan dunia. Namun, kelas bawah Indonesia mengalami problem serius berupa involusi(penurunan kualitas) kesejahteraan. Kesenjangan ini membuat sebagian kalangan bisa menikmati layanan pendidikan dan kesehatan dengan baik tetapi sebagian lain justru kesulitan mendapatkan akses layanan pendidikan dan kesehatan dasar.
Itulah sebabnya setelah lebih dari 15 tahun demokratisasi dan desentralisasi, kita belum mampu membangun basis ekonomi yang kuat sehingga masih sangat rentan terhadap tekanan eksternal seperti yang terjadi saat ini dimana deficit perdagangan dan deficit transaksi berjalan terus terjadi dan kemudian diikuti oleh depresiasi nilai tukar rupiah dan tergerusnya cadangan devisa secara signifikan sejak awal tahun ini.
Civitas Akademika dan tamu undangan serta hadirin yang berbahagia,
Tentu saja sebagai Negara yang besar, Indonesia memiliki peluang untuk tampil sebagai Negara yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Kuncinya adalah bagaimana m,emamfaatkan segala potensi yang kita miliki agar Indonesia tumbuh sebagai Negara yang mandiri, maju, adil, dan makmur.
Banyak lembaga internasional yang memprediksi bahwa Indonesia punya potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Dengan pertumbuhan ekonomi seperti saat ini, diprediksi Indonesia bersama Negara-negara BRIC (Brasil, Rusia, India dan China) akan mendominasi PDB dunia dengan share lebih dari 50 persen pada tahun 2025. Pada saat itu, Indonesa diperkirakan mempunyai PDB perkapita sekitar US$15.000.
Begitu juga menurut Buku Megachange 50 yang diterbitkan oleh majalah The Economist tahun 2012 bahwa Indonesia diramalkan di era globalisasi ini akan menjadi salah satu Negara maju dengan pendapatan perkapita sekitar US$ 24.000 pada tahun 2050. McKinsey Global Institute memprediksi Indonesia akan masuk dalam 7 (tujuh) besar kekuatan ekonomi dunia pada 2030, mengalahkan Jerman dan Inggris.
Diramalkan pula jumlah kelas menengah Indonesia akan tumbuh dari 45 juta orang pada tahun 2010 menjadi 135 juta orang di tahun2030 atau tumbuh sekitar 90 juta, dimana pertambahan kelas menengah akan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Apakah kemudian potensi Indonesia tersebut dapat mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, maju, adil, dan makmur? Tentu saja kuncinya adalah terletak pada kepemimpinan bangsa ini.
Pemimpin kedepan harus membangun fondasi demokrasi yang subtantif; ekonomi yang kuat dan mandiri yang tidak sekedar berorientasi pada pertumbuhan, tetapi lebih mengutamakan keadilan dan pemerataan, agar pertumbuhan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat. Pemimpin kedepan juga di tuntut dapat menegakkan supremasi hukum dan pemberantasan korupsi; serta menciptakan dukungan system social kemasyarakatan berupa keharmonisan, toleransi dan ketertiban social secara demokratis.
Kepemimpinan, baik dipusat maupun daerah, adalah kunci penentu karena kepemimpian yang lahir dari sitem demokrasi akan menentukan ke mana arah kebijakan dan pembanguna bangsa ini. Biasanya sebuah Negara yang sedang menjalani proses demokratisasi, terkadang terjebak pada pilihan dilematis: apakah membangun system terlebih dahulu, ataukah melahirkan pemimpin yang unggul lebih dulu.
Semua akan terwujud jika ada kepemimpinan yang tepat bagi Indonesia. Sosok pemimpin masa depan yang kita butuhkan adalah:
  • Pertama, Pemimpin yang bersih dan berintegritas, bebas dari beban masa lalu, tidak pernah terkait kasus korupsi, serta konsisten antara ucapan dan tindakan.
  • Kedua, Pemimpin yang memiliki track record, yakni pengalaman kepemimpinan. Bukan pemimpin yang instan. Tetapi pemimpin yang mengerti nafas reformasi serta tantangan-tantangan yang ada di bangsa ini.
  • Ketiga, Pemimpin yang visioner, yang mampu membaca peta kompetensi global dan membawa bagsa kita untuk menang dalam kompetensi di berbagai bidang.
  • Keempat, Pemimpin yang aspiratif, yang memahami, membela, dan menempatkan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi, kelompok maupun kedaerahan.
  • Kelima, Pemimpin yang Problem Solver. Amat banyak masalah di negeri ini yang tidak terselesaikan. Kita butuh pemimpin baru yang membawa solusi, mampu menyelesaikan masalah dan bukan yang justru menimbulkan apalagi jadi sumber masalah.
  • Keenam, Pemimpin yang kompeten atau cakap, mengerti manajemen pemerintah, memahami semua potensi dan kekuatan bangsa dan mampu mengelolanya bagi tercapainya cita-cita masyarakat yang adil dan makmur.
  • Ketujuh, Pemimpin yang berdiri diatas kepentingan semua pihak dan golongan. Pemimpin masa depan yang kita butuhkan adalah yang mampu merajut Nusantara tercinta ini agar semua keragaman bangsa kita tetap terpelihara sebagai kekuatan yang mempersatukan kita.
Lahir dan terpilihnya pemimpin yang dibutuhkan bangsa Indonesia masa depan itu sepenuhnya ditentukan oleh 250 rakyat Indonesia melalui pemilu 2014 tahun depan. Namun demikian, pemilihan tersebut tidaklah bisa kita serahkan kepada “politik pasar bebas” begitu saja, karena kita juga harus mencerahkan pemilih rakyat kita bagaimana memilih pemimpin yang baik.
Disinilah saya melihat pentingnya perana perguruan tinggi untuk ikut menentukan arah kemajuan bangsa ke masa depan. Perguruan tinggi termasuk tentunya Universitas Esa Unggul ikut bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan yang baik, pemimpin yang dibutuhkan bangsa ini ke depan.
Perguruan tinggi ikut member arah dan menentukan, apakah kita akan memilih pemimpin hanya berdasarkan popularitas dan pencitraan belaka, atau pemimpin yang memiliki persyaratan di atas.
Demikian yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini.  Terimakasih atas perhatiannya.  Wassalamualaikum wr.wb.
Ketua DPD RI
Irman Gusman

Rektor Universitas Esa Unggul Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, MBA membuka Acara Wisuda Universitas Esa Unggul Program Diploma III, Diploma IV, Sarjana dan Pascasarjana TA. 2012/2013


Share
Selamat kepada 1.194 orang wisudawan Universitas Esa Unggul yang telah dilantik pada Acara pada Wisuda Universitas Esa Unggul Program Diploma III, Diploma IV, Sarjana dan Pascasarjana TA. 2012/2013, Kamis, 10 Oktober 2013 di Ballroom Hotel Pullman Jakarta
Dalam acara Wisuda ini, para Wisudawan/i yang akan dilantik tersebut sudah menyesaki Ballroom Hotel Pullman sejak jam 7 pagi yang berjumlah sekitar 1200 orang itu.
Upacara pelepasan yang hikmat itu dihadiri oleh pendiri UEU Ibu Prof. Dr. Kemala Motik dan Bapak dr. Abdul Gafur nampak berbahagia menyaksikan generasi penerus bangsa itu menyelesaikan tiap episode prosesi upacara yang padat itu.
Dalam Pembukaan Acara Wisuda , Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, MBA dihadapan para undangan yang diantaranya adalah Ketua DPD, Ir. Irman Gusman, Ketua Kopertis Wilayah III, Prof. Ilza Mayuni, dan para orang tua wisudawan serta undangan lainnya, menekankan dalam kata sambutannya bahwa keberhasilan kita di era globalisasi yang penuh perjuangan ini ditentukan oleh kesiapan kita. Kesiapan kita itu mulai dari adanya sikap keterbukaan dari kita terhadap sesuatu yang baru, cara kerja baru, cara berpikir yang baru serta kesiapan untuk menghadapi berbagai macam tantangan baru, “ kata Rektor. Untuk itu, kita harus siap memperbaharui diri kita terus-menerus. Kita sebagai individu harus siap latih, siap pakai, siap kerja, siap bersaing dan yang lebih penting adalah siap untuk belajar kembali serta siap mengembangkan diri agar selalu berada satu langkah lebih maju dalam setiap aspek.
Sementara itu Ketua DPD, Ir. Irman Gusman dalam kata sambutannya berharap agar para sarjana baru UEU ini dapat memberi distribusi proaktif bagi pembangunan bangsa ke depan. Karena dari pundak kalianlah pemerintah dan terutama kedua orang tua berharap agar kelak dapat menyumbangkan ilmu yang dipelajari di lingkungan perguruan tinggi, terutama di Universitas Esa Unggul ini bermanfaat bagi kemaslahatan bangsa ke depan,” kata Ir.  Irman Gusman.
Seluruh prosesi wisuda berlangsung dengan sukses dan semarak, diakhiri dengan penandatanganan ruang kuliah dengan nama ruangan Irman Gusman di Universitas Esa Unggul (Is)

Universitas Esa Unggul meraih Juara Harapan III Lomba Kampus Bersih Narkoba 2013 yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN)


Share
Pagelaran Lomba Juara Harapan III Lomba Kampus Bersih Narkoba 2013 yang diselenggarakan pada Selasa 12 Nopember 2013 oleh Badan Narkotika Nasional (BNN)  telah berakhir.
Lomba Kampus Bersih Narkoba 2013 yang diikuti oleh 27 perguruan tinggi Sejabodetabek dimulai pada bulan April sampai dengan Nopember 2013 telah menghasilkan beberapa pemenang hasil penilaian Dewan Juri yang terdiri dari :
  • Subarkah Hadisarjana (Ketua)
  • Brigjen Pol Siswandi (Sekretaris dan Direktur Peran Serta Masyarakat BNN)
  • Sri Utami (Anggota)
  • Herman Alber (Anggota)
  • Hanny Hendrany (Anggota)
  • Edi Fadil Rahman (Anggota)
Rangkaian jenis yang diperlombakan antara lain mencakup kreatifitas branding anti narkoba di kampus, cipta lagu anti narkoba, seminar anti narkoba, karya tulis dan penulisan sajak/puisi anti narkoba.
Berdasarkan penilaian Dewan Juri diperoleh 10 finalis kampus bersih narkoba dan Universitas Esa Unggul meraih Juara Harapan III Lomba Kampus Bersih Narkoba 2013.
  • Juara I – Univ. Budi Luhur Jakarta
  • Juara II – UIN Jakarta
  • Juara III- UMB Jakarta
  • Juara Harapan I – Univ. Sahid Jakarta
  • Juara Harapan II – Univ. Krisnadwipayana, Jakarta
  • Juara Harapan III – Univ. Esa Unggul, Jakarta
Subarkah Hadisarjana  berharap program semacam ini dapat memacu anak muda khususnya mahasiswa menjadi lebih mengetahui dampak buruknya narkoba. Selain itu mahasiswa juga semakin peduli pada lingkungan sekitarnya dalam mengantisipasi peredaran dan penyalahangunaan narkoba.
Tanggungjawabnya bukan hanya belajar dan cepat menjadi sarjana, tetapi juga mempunyai misi menyelamatkan saudara atau kerabatnya dari bahaya narkoba,” katanya.
Brigjen Pol Siswandi  juga menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ceremonial dalam mencari juara, tetapi adalah mencetak generasi muda yang sehat demi majunya Indonesia.
Sumber : Majalah Ungkap edisi 12 Nopember 2013

Beasiswa Unggulan 100% – Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Esa Unggul Tahun 2014


Share
Beasiswa Penuh Unggulan 100% – Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Esa Unggul Tahun 2014
Beasiswa diberikan kepada 200 orang lulusan SLTA/sederajat Tahun 2014, dengan persyaratan :
  •     Nilai rata-rata 8,00 (semester I s/d IV)
  •     Memiliki prestasi tingkat kabupaten/kotamadya/provinsi/nasional
  •     Nilai rata-rata UAN min. 7,5 (menyusul setelah UAN)
  •     Siap dan bersedia menerima Beasiswa Unggulan (dual degree ke luar negeri)
  •     Pendaftaran Beasiswa s/d Januari 2014.
Download
Formulir Beasiswa setelah diisi dengan lengkap dan benar beserta dokumen pendukung, silahkan kirimkan ke :
Humas Universitas Esa Unggul
Jl. Arjuna Utara No. 9
Tol Tomang Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 11510
Informasi Beasiswa dan Formulir Pendaftaran Beasiswa dapat di unduh/download di www.esaunggul.ac.id atau kirimkan request Anda melalui email ke pmb@esaunggul.ac.id

Universitas Esa Unggul meraih peringkat ke 41 – TeSCA Smartest Campus 2013

Universitas Esa Unggul meraih peringkat ke 41 – TeSCA Smartest Campus 2013

Share
Pengumuman Hasil Penjurian TeSCA 2013 – The Smartest Campus 2013
Program TeSCA merupakan instrumen self- assessment bagi perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia, dengan output pemeringkatan tingkat pemanfaatan ICT di lingkungan kampus untuk mendukung proses perkuliahan. Program ini diselenggarakan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia melalui program corporate social responsibility (CSR) dengan menunjuk Tempo Inti Media sebagai mitra pelaksana (organizing comitee).
Event akbar setahun sekali ini digelar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (1/5), dengan acara utama mengumumkan hasil penjurian TeSCA 2013 kepada perguruan tinggi terpilih 2013 ini, serta diisi talkshow dengan pembicara Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud dan salah satu Guru Besar National University of Singapore (NUS).
Diungkapkan Direktur Utama Telkom Arif Yahya, TeSCA yang diluncurkan pada 2008, merupakan komitmen Telkom untuk mendorong perguruan tinggi di Indonesia melakukan berbagai percepatan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
“Ini bentuk komitmen kami. Sejak TeSCA pertama saya janjikan bahwa Telkom akan mendorong pemanfaatan ICT pada pendidikan dengan memberikan diskon minimal 50 persen dari harga normal. Realisasinya saat ini, diskon rata-rata untuk kampus sudah mencapai 68 persen,” ucap Arif Yahya.
Dalam kurun lima tahun, perkembangan jumlah partisipasi perguruan tinggi dalam program TeSCA mengalami peningkatan pesat. Pada 2008, TeSCA baru diikuti 75 kampus, tahun ini TeSCA telah mengukur 551 perguruan tinggi baik PTN ataupun PTS.
PERINGKAT TeSCA 2013
  1. Universitas Indonesia
  2. Universitas Gunadarma
  3. Institut Teknologi Bandung
  4. Universitas Padjadjaran
  5. Universitas Airlangga
  6. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer AMIKOM Yogyakarta
  7. Universitas Bina Nusantara
  8. Universitas Komputer Indonesia
  9. Universitas Gadjah Mada
  10. Universitas Kristen Duta Wacana
  11. Institut Pertanian Bogor
  12. Universitas Kristen Satya Wacana
  13. Universitas Brawijaya
  14. Universitas Sriwijaya
  15. Universitas Muhammadiyah Malang
  16. Universitas Kristen Petra
  17. Institut Teknologi Telkom (IT TELKOM)
  18. Universitas Negeri Surabaya
  19. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  20. Universitas Ahmad Dahlan
  21. Universitas Diponegoro
  22. Universitas Pendidikan Indonesia
  23. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
  24. Universitas Budi Luhur
  25. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  26. Univesitas Sebelas Maret
  27. Universitas Negeri Semarang
  28. Universitas Islam Indonesia
  29. UIN Sunan Kalijaga
  30. Universitas Dian Nuswantoro
  31. Universitas Malikussaleh
  32. Universitas Udayana
  33. Universitas Jenderal Soedirman
  34. Universitas Hasanuddin
  35. STIKOM Surabaya
  36. Universitas Bina Darma
  37. Institut Manajemen Telkom
  38. STMIK Raharja
  39. Universitas Islam Sultan Agung
  40. Universitas Trunojoyo
  41. Universitas  Esa Unggul
  42. Politeknik Informatika Del Toba Samosir
  43. Politeknik Telkom
  44. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  45. Universitas Andalas
  46. Universitas Atmajaya Yogyakarta
  47. Akademi Sekretari Budi Luhur Jakarta
  48. STISI Telkom
  49. Universitas Negeri Malang
  50. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  51. Universitas Sanata Dharma
  52. Universitas Nasional
  53. Universitas Mercu Buana
  54. Universitas Narotama Surabaya
  55. STIMIK Teknokrat
Sumber :  http://tescaindonesia.org/

Universitas Esa Unggul masuk peringkat 100 Top Perguruan Tinggi Asia Tenggara




Peringkat Webometrics edisi Januari 2013 telah dirilis. Webometric adalah suatu sistem yang memberikan penilaian terhadap seluruh universitas terbaik di dunia melalui website universitas tersebut. Webometric melakukan pemeringkatan terhadap lebih dari 20 ribu Perguruan Tinggi diseluruh dunia. Jumlah Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk pemeringkatan edisi Januari 2013 berjumlah 361 Perguruan Tinggi atau meningkat dibandingkan edisi sebelumnya sebanyak 352 Perguruan Tinggi.

100 TOP ASIA TENGGARA
Ada 100 peringkat tertinggi di Asia Tenggara. Peringkat ke-1 adalah National University of Singapore, (ke 74 di dunia), dan ke-100 adalah Ho Chi Mint City University of Technology (ke-2228 di dunia). Ada 32 perguruan tinggi Indonesia dalam 100 peringkat di Asia Tenggara ini, yaitu:
  • Universitas Gadjah Mada ke-9
  • Universitas Indonesia ke-15
  • Institut Teknologi Bandung ke-18
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember ke-19
  • Universitas Pendidikan Indonesia ke-22
  • Universitas Gunadarma ke-24
  • Institut Petanian Bogor ke-25
  • Universitas Brawijaya ke-29
  • Universitas Sebelas Maret ke-30
  • Universitas Diponegoro ke-32
  • Universitas Airlangga ke-35
  • Universitas Padjadjaran ke-36
  • Universitas Hasanuddin ke-45
  • Universitas Sriwijaya ke-46
  • Universitas Mercubuana ke-47
  • Universitas Negeri Malang ke-52
  • Universitas Islam Indonesia ke-55
  • Universitas Muhammdiyah Malang ke-56
  • Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ke-57
  • Universitas Kristen Petra ke-58
  • UNIKOM Bandung ke-61
  • Universitas Ahmad Dahlan ke-62
  • Universitas Bina Nusantara ke-63
  • Universitas Udayana ke-64
  • Universitas Muhammadiyah Surakarta ke-65
  • UIN Malang ke-68
  • Universitas Andalas ke-69
  • Universitas Lampung ke-71
  • Universitas Sumatra Utara ke-78
  • Universitas Negeri Yogyakarta ke-79
  • Universitas Katolik Atmajaya ke-88
  • Universitas Esa Unggul (Indonusa) ke-92.


Universitas Esa Unggul Meraih Peringkat Terbaik ke-6 PTS se-Indonesia Webometrics World Rank Juli 2013


Peringkat Webometrics edisi Juli tahun 2013 baru saja dirilis pekan ini. Webometric adalah suatu sistem yang memberikan penilaian terhadap seluruh universitas terbaik di dunia melalui website universitas tersebut. Webometric melakukan pemeringkatan terhadap lebih dari 20 ribu Perguruan Tinggi di seluruh dunia. Jumlah Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk pemeringkatan edisi Januari 2013 berjumlah 3200 Perguruan Tinggi.
Universitas Esa Unggul pada edisi Juli 2013 ini menempati peringkat ke-6 Perguruan Tinggi Swasta terbaik se-Indonesia dalam pemanfaatan web, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, dan jika diurutkan menurut Perguruan Tinggi di Indonesia masuk peringkat ke-17 (Top 50).
Peringkat sekarang  ini meningkat dari edisi Januri 2013 yang memiliki peringkat ke-24 PT se-Indonesia menjadi peringkat terbaik ke-17 PT Nasional pada edisi Juli tahun 2013.
Webometrics World Rank memiliki 4 komponen parameter penilaian yang menjadi indikator utama penilaian Webometrics ini, yaitu: Presence (20%), Impact (50%), Openness (15%), dan Excellence (15%).
Excellence merupakan jumlah artikel-artikel ilmiah publikasi perguruan tinggi yang bersangkutan yang terindeks di Scimago Institution Ranking dan di Google Scholar.
Presence adalah jumlah halaman website (html) dan halaman dinamik yang tertangkap oleh mesin pencari (Google), tidak termasuk rich files.
Impact merupakan jumlah eksternal link yang unik (jumlah backlink) yang diterima oleh domain web universitas (inlinks) yang tertangkap oleh mesin pencari (Google).
Openness merupakan jumlah file dokumen (Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc,.docx) and Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang online/open di bawah domain website universitas yang tertangkap oleh mesin pencari (Google Scholar).
Berikut ini adalah informasi detail Webometric World Rank: